Onde-Onde: Sang Mutiara Wijen yang Menggoda Selera

Rini Diana Wati

Onde-onde, kue tradisional yang tak hanya lezat tapi juga sarat akan sejarah dan budaya. Mari kita selami lebih dalam tentang kue yang satu ini.

Sejarah Onde-Onde

Onde-onde memiliki sejarah yang panjang dan berakar pada tradisi kuliner Tiongkok. Diketahui pertama kali muncul di era Dinasti Tang, onde-onde menjadi kue resmi daerah Changan, yang kini dikenal sebagai Xian. Dari Tiongkok, onde-onde menyebar ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, yang kemudian mengadaptasi dan menciptakan variasi kue ini sesuai dengan selera lokal.

Onde-Onde di Berbagai Negara

Di Tiongkok, onde-onde dikenal dengan berbagai nama tergantung pada daerahnya, seperti matuan, ma yuan, atau zhen dai. Sementara itu, di Malaysia, onde-onde disebut sebagai kuih bom dan sering diisi dengan parutan kelapa manis atau kacang. Di Indonesia, onde-onde berbentuk bulat, berwarna coklat karena wijen, dan di dalamnya terdapat bubuk kacang hijau atau ketan hitam.

Filosofi Onde-Onde

Onde-onde tidak hanya sekadar makanan. Di China, kue ini melambangkan keberuntungan dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Bentuk bulat dan warna kekuningan dari onde-onde melambangkan keselamatan dan kebersamaan.

Resep Onde-Onde

Berikut adalah resep dasar untuk membuat onde-onde:

Bahan:

  • Tepung ketan
  • Gula merah
  • Kacang hijau
  • Biji wijen

Cara Membuat:

  1. Campur tepung ketan dengan air hangat hingga adonan bisa dibentuk.
  2. Isi dengan campuran gula merah dan kacang hijau yang telah dihaluskan.
  3. Bentuk bulat dan gulingkan pada biji wijen.
  4. Goreng hingga berwarna keemasan.

Tabel Nutrisi Onde-Onde

Nutrisi Jumlah per Porsi
Kalori 150 kcal
Protein 3 g
Lemak 7 g
Karbohidrat 20 g
BACA JUGA  Ayam Goreng Tojoyo Yogyakarta: Kelezatan yang Tak Lekang oleh Waktu

Onde-onde, dengan rasa manis dan tekstur kenyalnya, telah menjadi bagian dari warisan kuliner Indonesia. Kue ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga membawa makna mendalam bagi banyak orang.

: Wikipedia bahasa Indonesia
: theAsianparent Indonesia

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment

Ads - Before Footer