Wae Rebo: Warisan Budaya di Puncak Flores

Rini Diana Wati

Wae Rebo adalah desa adat yang terpencil dan unik, terletak di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Desa ini terkenal dengan rumah adatnya yang berbentuk kerucut, dikenal sebagai Mbaru Niang, dan telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 2012.

Sejarah dan Arsitektur

Desa Wae Rebo didirikan oleh Empu Maro sekitar 100 tahun yang lalu, dan saat ini dihuni oleh keturunan generasi ke-18nya. Rumah-rumah Mbaru Niang memiliki lima tingkat, masing-masing dengan fungsi tertentu, mulai dari tempat tinggal hingga penyimpanan hasil panen dan tempat suci untuk leluhur.

Kehidupan Desa

Terletak di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo menawarkan pemandangan pegunungan yang memukau dan dikelilingi oleh Hutan Todo yang kaya akan vegetasi. Desa ini tidak memiliki jangkauan sinyal seluler, dan listrik hanya tersedia dari jam 6 hingga 10 malam. Penduduk desa hidup dari bertani, dengan tanaman utama berupa kopi, vanili, dan kayu manis yang dijual di pasar.

Wisata dan Akses

Wae Rebo telah menjadi tujuan wisata yang menarik, meskipun untuk mencapainya memerlukan perjalanan kaki selama 3-4 jam dari Desa Denge. Pengunjung akan disambut dengan keramahan penduduk lokal dan memiliki kesempatan untuk mengalami kehidupan tradisional di desa ini.

Pelestarian dan Masa Depan

Penghargaan dari UNESCO tidak hanya mengakui keunikan arsitektur desa tetapi juga semangat kerjasama komunitas dalam melestarikan tradisi mereka. Ini merupakan langkah penting dalam menjaga warisan budaya dan memperbaiki kesejahteraan desa.

Wae Rebo adalah contoh nyata dari keindahan yang tersembunyi di Indonesia, menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka yang berkesempatan mengunjunginya.

BACA JUGA  Petualangan Akhir Pekan di Taman Safari Indonesia 2019

: Indonesia Travel
: Katie Caf Travel

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment

Ads - Before Footer