Tari Burung Enggang: Warisan Budaya Dayak Kenyah

Rini Diana Wati

Tari Burung Enggang, atau sering juga disebut Tari Enggang, adalah salah satu bentuk ekspresi budaya yang sangat penting bagi masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Tarian ini tidak hanya sekedar pertunjukan seni, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai spiritual dan filosofis yang mendalam.

Sejarah dan Makna

Tari Burung Enggang memiliki akar sejarah yang kuat dalam kepercayaan masyarakat Dayak Kenyah. Menurut kepercayaan mereka, nenek moyang suku Dayak Kenyah berasal dari langit dan turun ke bumi dengan wujud yang menyerupai burung enggang. Oleh karena itu, tarian ini sering dibawakan dalam upacara adat untuk menghormati nenek moyang.

Simbolisme

Burung enggang dianggap sebagai simbol yang sangat penting dalam kehidupan suku Dayak Kenyah. Tidak hanya digunakan dalam tarian, tetapi juga dalam ukiran dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Bulu burung enggang bahkan digunakan sebagai properti dalam tarian ini, menambahkan dimensi estetika sekaligus simbolis.

Gerakan Tari

Tari Burung Enggang dibawakan dengan gerakan yang elegan dan penuh makna. Ada tiga gerakan dasar dalam tarian ini:

  1. Nganjat: Gerakan utama yang menyerupai burung enggang saat mengepakkan dan menutup sayapnya.
  2. Lengkung: Pola lantai yang digunakan dalam tarian, dimana penari bergerak dalam bentuk melengkung.
  3. Kancet Lasan: Nama lain dari Tari Burung Enggang dalam Bahasa Dayak Kenyah, yang juga menekankan pada gerakan yang menggambarkan kehidupan burung enggang itu sendiri.

Pentingnya Pelestarian

Tari Burung Enggang adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan. Tarian ini tidak hanya merepresentasikan kekayaan budaya suku Dayak Kenyah, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai penting seperti penghormatan terhadap alam dan leluhur. Dengan memahami dan menghargai tarian ini, kita dapat membantu menjaga keberlangsungan budaya yang kaya dan unik ini untuk generasi yang akan datang.

BACA JUGA  Jakarta: Kota yang Tak Pernah Tidur dan Tempat Nyantainya yang Memikat

: Kompas.com

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment

Ads - Before Footer